Hafal Al-Qur’an dan Sepak Bola Naswa

Hafal Al-Qur’an dan Sepak Bola Naswa

Oleh : St, Khadim Naswa

Bismillahirrohmanirrohim . . . .

Banyak di antara sahabat-sahabat dari santri kami, yang enggan belajar di pesantren karena takut kehilangan waktu bermain, terlalu banyak pelajaran, ngapal melulu nantinya stress….

Lihatlah sahabat-sahabat kita di Naswa. Selepas tes bahasa Arab dan Inggris minggu pagi, mereka siap terjun ke lapangan bola. Bermain bola dengan lepas dan riang gembira. Siapa yang bisa menduga mereka kurang bermain? siapa yang bisa melihat mereka tertekan dan stress? Siapa menyangka mereka sudah mulai menghafal Al-Qur’an?

Siap Merebut Bola, Tak ada yang tahu ba'da shubuh mereka selalu menambah hafalan.
Berebut Bola, tidak ada yang tahu mereka baru saja menghadapi ulangan rutin Bahasa Arab dan Inggris.
Sang Kiper, tak ada yang tahu, setiap hari berusaha membimbing membaca dan menghafal Al-Qur'an
Langkah Kemenangan, Menang menundukan hafalan, menang menjebloskan bola ke gawang lawan.

Banyak pula di antara remaja dan orang tua yang mengira bahwa menghafal Al-Qur’an itu sulit, bahkan super sulit. Maka sedikit sekali di antara mereka yang berminat untuk menghafal Al- Qur’an. Jawaban untuk mereka yang berpendapat demikian adalah bahwa banyak sekali di antara remaja kita hafal lagu-lagu. Bahkan dalam acara sebuah stasiun TV memperlihatkan seseorang yang benar-benar hafal lagu, bahkan hanya dengan mendengar nada awalnya saja. Lalu kita bertanya, menurut anda Allah lebih suka kita ini hafal lagu atau hafal Al-Qur’an? pasti kita menjawab Al-Qur’an. Maka kita katakan, jika lagu saja kita bisa hafal, maka Al-Qur’an pun sangat mungkin untuk dihafal. Allah pasti akan membantu karena Allah sangat menyukai orang yang menghafal Al-Qur’an. Allah pasti bisa membuat otak kita merekam semua lafadz dalam Al-Qur’an. Allah pasti bisa menjadikan kita cinta pada Al-Qur’an sehingga tidak ingin meninggalkannya. Allah pasti bisa menjadikan hati kita terpaut dengan Al-Qur’an dan tak ingin berpisah dengannya.

Pertanyaannya, maukah kita meminta kepada Allah? Hal itukah yang kita minta kepada Allah ? Kita lebih sering meminta ini itu, semua hal yang kita senangi dan kita inginkan kepada Allah? tapi mengapa jarang kita meminta sesuatu yang disenangi dan diinginkan oleh Allah……

Semoga Allah Jalla Wa ‘Ala menetapkan kita, keluarga kita dan masyarakat kita untuk mencintai membaca AL-Qur’an, mencintai menghafal Al-Qur’an, mencintai mengamalkan Al-Qur’an.

Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s