Catatan Perjalanan 1

Kitab2 sudah dipak. Akhlak Lil banin dan Banat untuk anak-anak NASWA. Kini waktunya pulang.

Terik panas dan perjalanan Kertanegara – Cirebon 3 jam membuat kepala agak pening dan pikiran rada linglung. Fisik ini memang perlu latian lagi agar lebih kuat. Hamba segera mencari-cari masjid yang nyaman untuk shalat dhuhur. Yang agak ke dalam sehingga tidak terdengar deru kendaraan bermotor. Shalat di kota itu susah. Tidak ada suara saja pikiran kita sudah tidak fokus dan kemana-mana ketika shalat. Lha ini, shalat dengan suara klakson motor, motor habis ganti suara mobil, mobil habis ganti tukang parkir yang marah karena ada mobil parkir di tengah, tapi orangnya tidak ada. Mungkin orangnya terburu-buru masuk ke toko atau kemana. Habis suara tukang parkir, ya suara motor lagi . . . dan seterusnya.

Pelan-pelan cari jalan kecil yang masuk ke tengah aja, alhamdulillah, masuk agak jau dari jalan Raya, masih kampung Panjunan Cirebon, ada masjid yang sepi. (Rata-rata masjid memang sepi. coba anda ke Grage Mall . . . Dhuha, Dhuhur gak ada matinya dah . . .)

Sentuhan air wudlu pertama, menembus sampe ati ademnya. Hati memuji Allah karena masih diizinkan merasakan nikmatnya wudlu. Ya Allah, tambahkan kenikmatan wudlu ini di hari-hari hamba  yang akan datang. Masukan hamba dalam kelompok pecinta Ghurron Muhajjalin, orang-orang yang wajahnya bercahaya karena air wudlu. Masukan pula sahabat-sahabat hamba, putra putri NASWA dalam kelompok yang mulia itu.

Hamba ingin masuk ke ruangan bagian dalam masjid, tapi hamba melihat ada orang yang sedang shalat di emper masjid, hamba pun mendekat, ingin ikut berjama’ah. Sebenarnya kalau dilihat dari potongan, bapak-bapak ini “kurang layak” jadi iman. Shalat bajunya kotor. sarungnya banyak yang sobek, tidak pake peci pula. Hamba melihat ada topi kusam tergeletak di sebelahnya. Untung ya Allah, hamba dijadikan orang NU. Kyai mengajarkan, bisa jadi shalat seseorang itu tampak tidak sempurna, tapi Allah menerimanya karena hatinya bersih dan ikhlash. Bisa jadi orang yang dipandang hina itu, ternyata dia mulia di hadapan Allah Swt. Pikiran yang melintas dalam diri hamba tadi menunjukan jiwa  hamba ini kotor, sehingga hamba “merendahkan” orang bisa jadi sangat mulia di hadapan Allah Swt. Dengan makmum kepadanya hamba berharap bisa menebus “kesombongan hamba tadi”. Dengan mantap, hamba berdiri di belakangnya.

Ketika hamba menowel punggungnya dari belakang dengan maksud memberi tahu hamba akan ikut makmum,  dia mengangkat tangan sedikit sambil terus shalat, ini tanda dia tidak mau diikuti. Waduh ditolak. Maka hamba pun siap shalat sendiri (munfarid).

Selesai shalat, orang tersebut dengan sopan dan senyum yang ramah berkata, “Maaf pak, tadi saya shalat sunnah”. Jegerrrr ! ! ! ya Allah … Dia yang hamba pandang kucel, lusuh, shalatnya tidak layak, ternyata menjalankan shalat sunnah. Hamba yang keren, jaket seragam pesantren, peci haji (putih), shalat fardlu aja masih berat.

Lebih tertunduk lagi hamba, ketika dia bersalaman. Pamit dari hamba, dia keluar ke area parkir dan mendekati sebuah becak yang sedang parkir. Dengan tenang dia mengayuh becak itu pergi meninggalkan hamba yang semakin malu.

Ya Allah . . . Orang di kampung bilang hamba ini ustadz. “Tukang” Ngaji. “Tukang” ceramah. Nyata sudah, tidak lah hamba ini selain orang yang, “mengatakan yang tidak hamba lakukan. Tidak shalat kecuali yang fardlu” (seperti dalam gubahan Al-Bushiri).

Alhamdulillah, hamba menyentuh tangan orang itu. Muga-muga kemuliaan orang itu mengikis sifat buruk dalam jiwa hamba ini. Ya Allah . . . Berikanlah keberkahan dan tambahan kemuliaan untuk orang itu ya Allah . . .

Ketika, hamba ceritakan ini pada keluarga. Kami berkelakar, muga-muga itu Nabi Khidlir . . . Hamba cuma cengar cengir saja, masih kepikiran . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s