Sufi dan Sultan (Bag. 2)

Kisah Keempat  dari Syaikh Muzaffer Ozak (Mudhaffar Asyq) al Jerrahi :[1]

Di masa yang lalu, sultan dari Daulah Ottoman mulai sering menghadiri pertemuan-pertemuan ordo tarekat kami. Sang Sultan begitu terpesona padi kearifan Syaikh Jerrahi Radhiyallahu ‘Anh, dan ia juga sangat menyenangi ritual dzikir para murid.

Selang beberapa bulan, Sang Sultan berkata kepada Syaikh, “Saya sangat terkesan dan terinspirasi setiap kali berkunjung ke sini, juga terhadap Anda dan para murid Anda. Saya ingin membantu Anda dengan cara apa pun yang saya bisa. Silakan, mintalah pada saya apa saja.”

Ini merupakan tawaran yang sungguh menggiurkan, sebuah carte blanche[2] yang ditawarkan langsung oleh seorang penguasa salah satu kerajaan yang terbesar di dunia.

Sang Syaikh menjawab tawaranya, “Ya, memang ada satu permintaan wahai Sultanku, yang bisa kau lakukan untukku”.

Sang Sultan bertanya, “Apakah itu?”

Syaikh Menjawab, “Tolong jangan datang lagi kepada kami.”

Sang Sultan terkejut dan bertanya dengan kaget, “Apakah ada perbuatan saya yang salah? Saya memang belum memahami semua adab kaum sufi, dan saya mohon maaf seandainya telah menyinggung Anda”

“Oh, bukan, bukan begitu,” kata Syaikh. “Sedikit pun engkau tidak menyinggungku. Masalahnya bukan terletak padamu, tatapi pada para muridku. Sebelum engkau datang, mereka berdo’a dan melantunkan asma-ul Husna semata-mata hanya untuk Allah. Sekarang, ketika mereka berdo’a dan berdzikir, mereka memikirkanmu. Mereka memikirkan bagaimana caranya menyenangkan hatimu, dan membayangkan segala kekayaan dan kekuasaan yang bisa diraih oleh mereka yang berhasil memenangkan perhatianmu. Bukan, Sultanku, ini bukan kesalahanmu, melainkan kesalahan kami. Sayang sekali jiwa kami belum cukup matang untuk menerima kehadiranmu di sini. itulah sebabnya aku terpaksan memintamu untuk tidak datang lagi.”


[1] Syaikh Muzaffer Ozak, Cinta Bagai Anggur (terj), Bandung : Pustaka Prabajati, 2008, hlm. 7-8

[2 Charte blanche : artinya kartu kosong. Artinya kita bebas mengisinya dengan apa saja. Maksudnya Raja menawarkan kepada Sang Guru Sufi untuk melakukan apa saja dengan izin raja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s