Cinta Mati pada Keledai

Kisah Keenam  dari Syaikh Muzaffer Ozak (Mudhaffar Asyq) al Jerrahi :[1]

Cinta Mati pada Keledai[2]

Pernah pada suatu ketika, salah seorang murid Nabi Isa ‘Alaihis Salam sedang mengajar di sebuah kota kecil. Penduduk memintanya untuk memperlihatkan sebuah mukjizat Tuhan dengan menghidupkan kembali orang yang sudah mati, sebagaimana yang pernah dilakukan Nabi Isa ‘Alaihis Salam.

Mereka pun beramai-ramai pergi ke pekuburan kota dan berhenti di depan sebuah kuburan. Murid Nabi Isa itu pun memohon kepada Allah untuk membangkitkan si mati itu dari kuburnya. Lalu orang mati itu pun segera bangkit dari kuburnya. Matanya mencari-cari ke sekelilingnya, kemudian berteriak-teriak panik, “Keledaiku! Mana keledaiku? mana keledaiku?”

Rupanya semasa hidup, dia adalah seorang yang sangat miskin. Harta yang paling dicintainya hanyalah seekor keledai. Keledai itulah yang paling berharga dalam hidupnya.

Syaikh menegaskan bahwa hal ini juga berlaku untukmu. Sesuatu yang paling kau cintai, apa pun itu, akan menentukan apa yang akan kau alami ketika dibangkitkan nanti. Dikehidupan berikutnya kelak, engkau akan bersama dengan siapa saja –atau apa saja- yang engkau cintai.


[1] Syaikh Muzaffer Ozak, Cinta Bagai Anggur (terj), Bandung : Pustaka Prabajati, 2008, hlm. 20

[2] Keledai adalah Tunggangan yang lebih kecil dari kuda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s