Allah Menyediakan Kebutuhan (Ibrahim bin Adham Bag. 2)

Kisah Ketujuh  dari Syaikh Muzaffer Ozak (Mudhaffar Asyq) al Jerrahi :[1]

Di kali lain, Ibrahim bin Adham pergi ke luar istana untuk bersantap di alam terbuka. Ketika makanan dihidangkan di hadapannya, tiba-tiba seekor burung gagak menukik turun dan menyambar rotinya. Sultan pun segera memerintahkan para pengawalnya untuk mengikuti gagak itu. Mereka melompat ke punggung kuda masing-masing dan segera mengikutinya. Hingga akhirnya gagak itu turun ke sebuah tempat di mana ada seorang laki-laki terikat pada sebatang pohon. Gagak itu sedang menaruh roti ke mulut lelaki itu.

Para pengawal melaporkan kejadian itu kepada sultan, yang kemudian mendatangi lelaki itu dan bertanya, “Siapa kau? Apa yang terjadi padamu?” Lelaki itu pun menjawab, “Aku adalah seorang kafilah dagang[2], dan para perampok merampas semua yang kumiliki. Aku sudah terikat di sini selama berhari-hari. Setiap hari burung hitam ini membawakan makanan dan menaruhnya ke mulutku. ketika aku haus, ada awan kecil yang terbentuk dan menurunkan hujannya tepat ke mulutku.”

Syaikh menegaskan, disini Allah menunjukkan kepada Ibrahim bin Adham bahwa ia benar-benar tidak perlu membiarkan dirinya terikat dengan kesultanannya, kepada dunia ini. Semua kebutuhannya Allah-lah yang menyediakannya.


[1] Syaikh Muzaffer Ozak, Cinta Bagai Anggur (terj), Bandung : Pustaka Prabajati, 2008, hlm. 24-25

[2] Kafilah dagang artinya rombongan para pedangan yang melakukan perjalanan ke luar daerah atau ke luar negara untuk menjual barang dagangannya secara bersama-sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s