WA MAA ROMAYTA (EDISI SANTRI TILAWATI)

Ini pengalaman pribadi saja. Mungkin yang semacamnya sudah banyak terjadi, saya yang ketinggalan kereta. Hanya maksud berbagi. Tidak ingin seperti pahlawan ketinggalan acara. Baru dapat pengalaman sedikit lantas berkata. Sesungguhnya! seharusnya! Itu salah! ini juga salah! yang benar saya!. Lupa kalau dia hanya setetes air ludah yang ditumpahkan ke tengah air samudera.
Saya ngajari santri, membaca Tilawati (semacam Iqra) yang digunakan di Naswa Nasy’atul Wardiyah. Ada seorang santri yang LUAR BIASA (berat ngajarinnya . . .). Sekarang diajarin besok lupa. Baru diajari baris ke-2. Baris ke-1 nya sudah terbang dari ingatannya. Padahal yang satu baris, paling 6 huruf isinya. Itupun banyak yang sama. Sungguh LUAR BIASA. Walhasil 2 tahun dijalani hanya naik sampai jilid 2 saja.
Saya merasa, saya ini tidak mampu mendidiknya. Saya ingin kembalikan saja anak ini ke orang tuanya. Agar dipindah ke guru yang lain. Tapi orang tuanya tidak bersedia. Anaknya pun tidak mau pindah dari Naswa. Dia sering membuat mata saya berkaca-kaca. Kalau giliran maju. Dia maju dengan semangat. Padahal 2 tahun sudah dijalani hanya bolak balik halaman itu-itu saja. Melihat senyumnya ketika bertanya “Sing kien ta Pa? (Saya baca yang ini Pak?)”. Saya makin merasa bersalah.
Memang bukan tiba-tiba. Tapi belakangan saya takjub. Dia mampu membaca satu halaman, tanpa salah (menurut saya). Cukup baik makhrajnya, dan menguasai pelajaran yang dulu sangat sangat sangat sulit dipahaminya.
Saya mikir bener bener mikir. Kapan saya membuat dia paham? Penjelasan saya yang mana yang bikin dia pinter? Metode? Jampi?
TIDAK ADA. Kenyataannya saya mengajar seperti itu-itu saja.
Lalu saya jadi menyadari. Bukan saya yang bikin dia bisa. Bukan saya yang buat difaham. Bukan saya yang merubah dia. Wamaa Romayta Idz Romayta Walakinnallaaha Romaa (Bukanlah kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi sesungguhnya Allah lah yang melempar).
Kamu itu hanya pelayan saja. Yang menuangkan air untuk orang yang meminumnya. Tapi kesegaran air itu dan manfaatnya. Sama sekali kamu bukan siapa siapa.
Anak-anak, semoga ilmu yang kita pelajari di Naswa ini bermanfaat untuk diri kita, keluarga dan masyarakat..
Kertanegara, Naswa,
Kamis Pon, 5 November 2015 M / 23 Muharram 1437 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s